Saturday, March 14, 2015

"The Japanese obviously did pep-talks differently"



In his fine The Storm of War: A New History of the Second World War, Andrew Roberts relates the horrors of the war - the Final Solution, the atrocities committed by the Japanese - with appropriate gravity and revulsion.

And yet, in even so terrible a landscape as the war presents, every once in a while a hint of extremely dry British humor bubbles to the surface.  Witness, for example, Roberts's description of a "pep-talk" given to his officers in April 1944 by Japanese General Kotoku Sato shortly before the Battle of Kohima, in which Japanese forces launched an attack on a mountaintop village held by British and Indian forces in northeastern India:

Despite his formidable advantage in numbers at Kohima, Sato had little faith in the success of U-Go [the code name for the Japanese plan to invade India] in general.  On the eve of the attack, he drank a glass of champagne with his divisional officers, telling them, "Ill take this opportunity, gentlemen, of making something quite clear to you.  Miracles apart, every one of you is likely to lose his life in this operation.  It isn't simply a question of the enemy's bullets.  You must be prepared for death by starvation in these mountain fastnesses."  The Japanese obviously did pep-talks differently.

The illustration is of Colonel Hugh Richards, whose 1,500-man British-Indian-Nepalese force held off more than 6,000 Japanese under Sato for almost two weeks.

2 comments:

  1. Thanks Artikel Sangat Berkualitas.... Baca Juga Artikel Menarik
    Cara Memperbesar Penis Menurut Hukum Islam Sumber :
    http://obatpembesarpenis.id/

    ReplyDelete
  2. Mengulas Mitos soal Obat kuat viagra, Viagra asli usa, seringkali membuat orang ‘ogah’ menggunakan pil biru tersebut.

    Apa itu viagra adalah salah satu merek dagang untuk obat dengan kandungan sildenafil Tentang viagra.

    Viagra pfizer Obat ini digunakan untuk menangani disfungsi ereksi alias impotensi. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim phosphodiesterase-5 (PDE5), sehingga membuat otot polos di pembuluh darah penis dan paru-paru menjadi kendur dan meningkatkan aliran darah Mengobati Impotensi dan Testimoni viagra.

    Nah, tentu saja tak semua kabar buruk soal dampak buruk Viagra itu benar Efek samping viagra.
    Laman Cleveland Clinic, merangkum penjelasan ahli urologi Drogo Montague Manfaat dan khasiat viagra yang meluruskan beberapa mitos tentang pil ini.

    Mitos 1: Obat viagra buruk untuk kesehatan jantung Montague memastikan mengasup Viagra akan baik-baik saja, selama tidak mengonsumsinya setelah mengasup obat golongan nitrat untuk kesehatan jantung.

    Semula, Viagra amerika dimaksudkan untuk mengobati angina (nyeri dada), namun di sisi lain memiliki efek samping ereksi lebih keras.

    “Ini (Viagra asli) adalah obat yang tidak hanya mengobati angina dan baik untuk jantung, juga berfungsi pada penis saat obat lain tidak berfungsi serupa,” kata dia. Seperti nitrat, Viagra pun membantu melebarkan pembuluh darah yang dikonstriksi oleh penyakit arteri koroner, pun menurunkan tekanan darah Efek samping vmenplus.

    Jika kamu meminum dua obat secara bersama, tekanan darah bisa turun terlalu rendah, sehingga membuat berisiko terkena serangan jantung. Baca juga: Tak Hanya Sebagai Obat Kuat, Viagra Berpotensi Cegah Kanker Cara Mengobati ejakulasi dini.

    Mitos 2: Viagra usa dapat merusak mata Viagra tidak akan memiliki efek buruk pada mata selama tidak mengambil dosis berlebih—seperti 100 mg.

    Bahan kimia dalam Obat kuat dapat secara temporer mengubah bagaimana cahaya menerpa mata, di mana penglihatan mata menjadi biru.

    Efek samping Viagra pfizer ini dapat terjadi jika dosis yang diasup lebih tinggi, tetapi itu jarang terjadi,” kata Montague. “Tidak ada dampak buruk pada mata, tetapi para pilot tidak dapat mengasup karena masalah soal warna.

    ReplyDelete

Related Posts with Thumbnails